facebook twitter instagram linkedin
  • Home
  • Features
    • Bisnis
    • Motivasi
    • Sejarah
    • Ekonomi
    • Inspirasi
    • Meet the People
    • Musik
  • Teknologi
  • About me
  • MyWork

Blog || Yoda Gunawan

 

Liputan6.com, 


Yogyakarta Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM melakukan riset di akun media sosial Twitter untuk melihat tokoh-tokoh politik populer yang mendominasi perbincangan lewat cuitannya selama Pemilu 2019. Pengambilan data menggunakan platform Twitonomy untuk mengambil data set masing-masing akun dan rentang waktu penelitian dilakukan mulai 17 Januari sampai 16 Mei 2019.

Rentang waktu penelitian sengaja menyesuaikan jadwal debat calon presiden yang pertama dengan asumsi memancing banyak cuitan di Twitter. Selain itu akun media sosial ini dipilih karena cuitan tokoh politik yang diunggah ke Twitter seringkali masuk ke pemberitaan media konvensional maupun daring.

Terdapat 109 akun Twitter yang diteliti berdasarkan kategori afiliasi dalam ajang Pilpres 2019. Pengambilan data dilakukan pada kelompok-kelompok yang terlibat secara langsung dan aktif dalam rangkaian Pilpres 2019 dan memiliki akun Twitter.

Tokoh-tokoh politik yang dimaksud meliputi, calon presiden dan wakilnya, komisioner KPU RI, pimpinan Bawaslu RI, pimpinan dan anggota TKN, pimpinan dan anggota BPN, ketua parpol peserta pemilu 2019, influencer atau pemerhati politik, dan akademisi serta peneliti. Cuitan yang diambil merupakan cuitan asli dan diunggah oleh akun asli bukan retweet.

Sepanjang penelitian tercatat 64.157 tweets dengan rata-rata cuitan per akun 599,6 tweets, total retweet 15,4 juta dengan rata-rata 144,1 ribu tweets per akun, total like atau love 48 juta dengan rata-rata 448,6 ribu likes per akun, dan total engagement 63,4 juta dengan rata-rata 592,8 ribu per akun.

"Cuitan yang menghasilkan engagement tinggi umumnya didominasi oleh cuitan yang terpersonalisasi atau bahasa, ungkapan, dan tone cuitan senada dengan individu pemilik akun di dunia nyata," ujar Iradat Wirid, peneliti CfDS, dalam jumpa pers di Fisipol UGM, Selasa (21/5/2019).

Melalui penelitian ini CfDS ingin melihat seberapa efektif strategi kampanye digital, terutama lewat media sosial Twitter. Sebab, mayoritas warganet yang menggunakan Twitter sudah memiliki pilihan politiknya sendiri.

"Temuan kami juga menunjukkan masyarakat menyukai tokoh politik yang memiliki orisinalitas dan kesesuaian antara persona branding yang dibangunnya di media sosial maupun dunia nyata," ucap Iradat.

Sepuluh tokoh politik paling populer hasil penelitian CfDS dari urutan teratas adalah sebagai berikut

1. Joko Widodo (@jokowi )

Jumlah tweets 345; Total retweets 1,25 juta; Total like atau love; 5,11 juta; Followers 17 Januari 10,77 juta; Followers 16 Mei 11,37 juta; Total engagement 6,36 juta

2. Sandiaga Uno 

(@sandiuno) Jumlah tweets 1.276; Total retweets 977.143; Total like atau love 4,72 juta; Followers 17 Januari 1,1 juta; Followers 16 Mei 1,57 juta; Total engagement 5,67 juta

3. Fahri Hamzah (@fahrihamzah) 

Jumlah tweets 2.155; Total retweets 1,3 juta; Total like atau love 3,67 juta; Followers 17 Januari 885.550; Followers 16 Mei 1,11 juta; Total engagement 4,96 juta

4. Rocky Gerung (@rockygerung)


Jumlah tweets 583; Total retweets 901.662; Total like atau love 4,72 juta; Followers 17 Januari 493.660; Followers 16 Mei 923.173; Total engagement 3,72 juta

5. Dahnil Anzar (@dahnilanzar) 


Jumlah tweets 1.205; Total retweets 943.597; Total like atau love 2,99 juta; Followers 17 Januari 153.090; Followers 16 Mei 402.659; Total engagement 3,93 juta

6. Cak Khum (@cakkhum) 

Jumlah tweets 2.126; Total retweets 1,11 juta; Total like atau love 2,2 juta; Followers 17 Januari 48.030; Followers 16 Mei 115.404; Total engagement 3,93 juta

7. Mustofa Nahrawardaya (@akuntofa) 

Jumlah tweets 2.818; Total retweets 562.339; Total like atau love 1,47 juta; Followers 17 Januari 87.910; Followers 16 Mei 173.133; Total engagement 1,47 juta

8. Fadli Zon (@fadlizon) 


Jumlah tweets 1.940; Total retweets 424.728; Total like atau love 1,5 juta; Followers 17 Januari 1,04 juta; Followers 16 Mei 1,23 juta; Total engagement 1,93 juta

9. Mahfud MD (@mohmahfudmd) 


Jumlah tweets 753; Total retweets 378.621 juta; Total like atau love 1,49 juta; Followers 17 Januari 2,46 juta; Followers 16 Mei 2,81 juta; Total engagement 1,87 juta

10. Haikal Hassan (@haikal_hassan)



Jumlah tweets 306; Total retweets 430.358; Total like atau love 1,33 juta; Followers 17 Januari 249.710; Followers 16 Mei 359.230; Total engagement 1,76 juta

Berdasarkan data tersebut, Jokowi tercatat sebagai tokoh politik yang memiliki engagement rate tertinggi di antara tokoh-tokoh politik lainnya. Popularitas Jokowi ini pun didukung dengan adanya fakta bahwa Jokowi memiliki pengikut Twitter terbanyak ketimbang tokoh-tokoh politik lainnya, bahkan melebihi gabungan total pengikut akun Twitter milik sembilan tokoh politik populer itu.

Di sisi lain terlihat influencer kubu pasangan calon 02 mendominasi jajaran sepuluh besar tokoh terpopuler. Mereka aktif mengunggah cuitan di Twitter.

Alasan Prabowo dan Ma'aruf Amin Tidak Masuk Jajaran Tokoh Politik Populer di Twitter

CfDS membagi 10 besar tokoh politik ke dalam tiga kubu, yakni kubu pasangan calon 01 yang diwakili Joko Widodo, kubu pasangan calon 02 yang diwakili Fahri Hamzah, Fadli Zon, Haikal Hassan, Rocky Gerung, Cak Khum, Mustofa Nahrawardaya, Dahnil Anzar, serta Sandiaga Uno, dan kubu netral diwakili  Mahfud MD.

Nama Prabowo dan Ma'aruf Amin tidak masuk ke dalam 10 tokoh politik populer.

"Awalnya kami membayangkan Prabowo masuk tetapi ternyata tidak," kata Iradat.

Ia menilai Prabowo dan Ma'aruf Amin tidak muncul dalam bentuk orisinil di Twitter. Cuitan yang diunggah keduanya di Twitter tidak menggambarkan ekspresi asli mereka.

Prabowo juga tidak pernah mengunggah video yang menggambarkan dirinya sehingga tidak bisa mengeluarkan karakter dan citranya yang keras serta tegas. Demikian pula dengan Ma'aruf Amin yang cuitannya terkesan formal dan follower di akunnya hanya 2.800.

Sandiaga Uno yang menempati urutan kedua tokoh politik terpopuler menunjukkan tim BPN berusaha  mengimbangi popularitas Joko Widodo di media sosial.

"Kata-kata dan pola percakapan di Twitter keduanya mirip, seperti menggambarkan keberadaan mereka secara personal dan apa yang dilakukan," tutur Iradat.

sumber:

Liputan6

 

VIVA – Polda Bali menetapkan drummer grup band SID, Jerinx sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian lantaran menyebut ‘IDI kacung WHO’. Usai ditetapkan tersangka, pria bernama asli  I Gede Ary Astiana itu langsung ditahan polisi.

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Syamsi mengatakan, Jerinx ditahan di rutan Polda Bali selama 20 hari ke depan. Mengenai alasan ditahannya Jerinx, Syamsi menyebutkan, penyidik sudah menemukan dua alat bukti yang cukup.

“Alasan ditahan karena adanya 2 alat bukti yang dianggap penyidik sudah memenuhi unsur,” ujar Syamsi kepada VIVA, Rabu, 12 Agustus 2020.

Lebih lanjut, Syamsi menuturkan bahwa alasan lain langsung ditahannya Jerinx lantaran ancaman hukuman pasal yang dijerat yakni di atas lima tahun. “Lalu ancaman hukumannya sehingga dilakukan penahanan,” katanya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah membuat laporan atas Jerinx di Polda Bali. IDI melaporkan salah satu unggahan Jerinx yang menuliskan kacung WHO. Jerinx mulai banyak mengunggah di media sosial terkait laporan IDi tersebut. Salah satunya, Jerinx bandingkan dengan Anji.

"Saya dilaporin karena cara berjuang saya kasar? Anji kurang sopan gimana kok dilaporin juga?" tulis Jerinx dalam sebuah unggahan.

Seperti diketahui, Anji dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid. Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan, atas dugaan tindak pidana bidang ITE atau menyebarkan berita bohong.

Jerinx menyertakan tulisan dalam unggahan instagramnya.. Menurutnya, saat ini banyak yang dilaporkan ke polisi karena dianggap berbeda pendapat. Jerinx berkata jika menang dalam pengadilan, maka pihak pelapor yang akan menanggung malu.

"Belakangan ini grup WA para kacung dilimpahi berita bahagia. Semua musuh majikannya dikasusin ke polisi. Atas nama pergaulan mapan & tren global maka Fasisme harus mereka bela! Law of attraction; yang cengeng ngumpulnya sama yg sepemikiran. Mereka lupa jika saya menang di pengadilan mereka akan dipermalukan hingga ke kromoson," tulisnya.

Di unggahan lain, Jerinx meminta pelapor mencari tahu arti kacung dalam KBBI. Lalu, Jerinx menuliskan mengenai gerakan sosialnya. Ia menyayangkan banyak yang melirik soal kasusnya tapi tidak dengan gerakan sosial yang dilakukan.

"Di @twice_bar ada pembagian pangan gratis setiap hari sejak 4 Juni 2020 hingga kini SAMA SEKALI GAK PERNAH DILIPUT MEDIA," tulisnya.

Jerinx kembali menuliskan, banyak hal mengenai rapid test yang dirasanya ganjal. Hal tersebut yang disuarakan Jerinx beberapa waktu belakangan. Ia menolak rapid test menjadi syarat administrasi.

"Begitupun ibu hamil tak mampu bayar rapid hingga bayi meninggal. Orang patah tulang dipaksa rapid. Pasien jantung gak ditangani karena nunggu hasil swab akhirnya meninggal. Ribuan kasus macam itu terjadi tapi MEDIA BUNGKAM. Giliran yang begini, MEDIA REBUTAN. Asli, society kita memang dikontrol oleh kepentingan PEMILIK MODAL," tulis Jerinx. 


Di Tulis Oleh Bayu Nugraha dan Ahmad Farhan Faris 

Sumber Viva News

       Amerika serikat atau sering di sebut USA (United States of America)  merupakan salah satu  negara  pelopor demokrasi terbentuk di tahun 1776 oleh beberapa pendirinya melalui Declaration of Independence yang merupakan sebuah proklamasi sebuah negara yang berdiri sendiri dan melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan Inggris pada masa lalu tersebut.
    Kondisi kekinian yang terjadi di tahun 2017 , saat ini Amerika serikat berada di bawah pemerintahan kepala negara baru yaitu Donald Trump yang terpilih di tahun 2016 , mengalahkan pesaingnya dari partai demokrat yaitu Hillary Clinton , namun pernahkah ada sebuah pertanyaan yang melintas di pikiran anda bagaimana ceritanya sebuah negara demokrasi seperti Amerika Serikat hanya terdiri dari dua partai politik besar yaitu Republik dan Demokrat sebagai partai yang resmi untuk dipilih rakyat Amerika Serikat. 
    Tentunya Hal Ini sangat berbeda dengan sistem Demokrasi yang Indonesia Anut dan Gunakan dimana sistem demokrasi kita berdasarkan asas multipartai yang dimana ada cukup banyak partai politik yang sah untuk dipilih oleh rakyat Indonesia, dan tentunya Indonesia saat ini menggunakan sistem pemilihan langsung dimana pemilihan presiden dan wakil rakyat lainnya seperti DPR/MPR langsung dipilih oleh mayoritas umat berdasarkan voting suara terbanyak yang diperoleh.
   Sebuah telaah dari saya pribadi adalah sistem ini ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, kelebihannya adalah sistem ini bisa menjadi cerminan dan juga pendidikan politik bagi masyarakat awam mengenai calon pemimpin yang akan memimpin mereka kedepannya , adapun beberapa poin yang saya pribadi kritisi adalah  :
  • Sistem ini beresiko untuk gagal mendapatkan pemimpin yang mampu memimpin negara dengan baik 

  • Sistem Demokrasi terbuka saat ini sangat rentan akan penggiringan opini publik yang tidak bertanggung jawab ,hal ini mungkin terjadi dikarenakan proposisi demografis mayoritas pemilih yang beraneka ragam , dan dari berbagai macam kalangan dengan tingkat pendidikan yang beraneka ragam.

  • Serta, Jika proposisi tingkat pendidikan dari negara yang menggunakan sistem pemilihan umum terbuka ini cukup rendah akan mengakibatkan mudahnya hasil pemilihan ini ditentukan oleh hasi pencitraan dan penggiringan opini yang dilakukan oleh pemerintah .

Namun, tentunya beberapa point di atas bisa di antisipasi jika tingkat pendidikan dari rata-rata penduduk cukup baik serta pemahaman serta ikut serta masyarakat dalam politik Indonesia bisa dikatakan baik. Hal ini , yang mungkin dulu atau mungkin hingga sekarang ,banyak orang yang menyebutkan konstitusi Negara Indonesia tergantung siapa Presiden yang menjabat karena seakan-akan orang  yang terpilih adalah penentu sistem konstitusi dan kebijakan Indonesia kedepannya, berbeda dengan Amerika serikat yang meskipun kepemimpinan negara berganti , garis-garis besar haluan pembangunan  baik fisik maupun non fisik , tidaklah terlalu barubah secara signifikan karena diatur berdasarkan konstitusi yang berlaku, sehingga ketika seorang presiden dipilih dia akan menjadi 'Man under the system, not the System itself'.

Pertanyaaan yang berikutnya muncul lalu bagaimana sebenarnya sistem pemilihan di Negeri Paman Sam  ?

   Adapun sistem pemilihan di Amerika serikat adalah kembali ke bentuk negara Amerika Serikat itu sendiri yang mana USA merupakan negara berbentuk Federal yang terdiri dari beberapa negara bagian tersendiri sebenarnya yang lalu membentuk perserikatan hingga menjadi suatu kedaulatan negara Federal Amerika serikat.
 Mengacu pada bentuk Negara Federal tersebut Amerika Serikat ,yang dimana sistem pemilihannya yang berdasarkan sistem dua partai tersebut di lakukan secara berkala,sebagai berikut  :
  1. Pertama , Masyarakat di tiap negara bagian berkumpul melakukan voting untuk menentukan seorang ataupun dua orang  yang layak menjadi pemilih dalam melakukan voting untuk menentukan siapa presiden berikutnya (jumlah electoral colleges tergantung kesepakatan regulasi antara pihak negara bagian dan negara serikat)
  2. kedua, setelah dipilih dari tiap orang yang terpilih dari tiap negara bagian untuk melakukan voting (Electoral College)  akan berkumpul dalam satu periode untuk melakukan voting menentukan siapa presiden Amerika Serikat berikutnya.
      Tercatat hingga tahun 2016 ini sudah ada sekitar 528 orang total pemilih yang menjadi bagian dari Electoral college yang mewakili 50 Negara Bagian.
     Terlepas dari baik atau buruknya sistem Electoral College  bagi demokrasi Amerika Serikat , ada beberapa poin , yaitu negara yang berasaskan demokrasi ini hanya terdiri dari dua partai yang resmi untuk dipilih , di satu sisi menjaga kestabilan dinamika pemerintahan, disisi lain seakan sedikit menekan aspirasi tiap masyarakat dalam mendirikan partai politik sebagai alat menyuarakan aspirasi di Amerika serikat. Point berikutnya adalah sistem Electoral college tentunya seakan berupaya membuat dinamika pemerintahan Amerika serikat lebih stabil dengan cara hanya menentukaan sekitar 528 orang pemilih dari sekitar 300juta populasi Amerika serikat, hal ini diharapkan untuk kualitas pemilih calon presiden bisa dijaga, dan menghindari suara dari masyarakat yang apatis terhadap politik di Amerika Serikat bisa dikurangi resikonya, namun di tahun 2016 ini terjadi sedikit kejutan yaitu terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang menimbulkan banyak pro kontra di kalangan masyarakat global.
   Pada Akhirnya , saya bisa simpulkan adalah sistem Demokrasi memang baik sebagai sarana menyuarakan aspirasi masyarakat namun, di akhir cerita pencitraan media lah yang sangat berperan penting dalam menggiring cara pandang pemilih agar bisa lebih objektif mengenai calon presiden di suatu negara yang menganut sistem Demokrasi , akhir kata meskipun kelemahan dalam sistem Demokrasi adalah penggiringan opini oleh orang yang tak bertanggung jawab , kelemahan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi publik dan pemerintah , dan orang-orang yang masih peduli mengenai kepemimpinan negara yang menganut paham demokrasi untuk menjaga mutu kualitas jurnalistik   yang objektif dan transparan dalam mengiring opini  masyarakat (wass/Yoda/2018)




 Tak  terasa  pergantian tahun sudah berlalu, semarak kemeriahan malam tahun baru pun sudah berakhir, saatnya untuk fokus menyusun rencana dan mulai aktifitas di tahun yang baru ini di tahun 2016. Namun tahukah anda siapakah tokoh-tokoh yang paling menjadi sorotan selama tahun 2015 , ya list di artikel ini selain artis ya, berikut ini saya tampilkan daftar sosok pilihan yang menjadi sorotan di Panggung Sosial Politik Indonesia selama tahun 2015 berdasarkan review dari web Mens Obsession , berikut ini  daftarnya :


#1. Jenderal (Pol) Badrodin Haiti

 Awalnya, Badrodin Haiti adalah Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Pol. Sutarman. Lalu, namanya diajukan sebagai calon tunggal Kapolri, menyusul keputusan Presiden Joko Widodo untuk tidak melantik Kapolri terpilih Komjen Budi Gunawan. Di tahun 2015 inilah bintangnya bersinar setelah Presiden RI melantiknya sebagai Kapolri. 


Badrodin merupakan alumnus terbaik Akpol 1982 (meraih Adhi Makayasa) yang pernah menjabat Kapolda Banten, Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolda Sumatera Utara. Dia beristri satu dengan dua orang putera. Setelah menjabat Kapolda Jatim sekitar tujuh bulan, dia ditarik ke Mabes Polri dan menjabat Koorsahli Kapolri. 


#2. Komjen (Pol) Budi Waseso



Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini resmi menjabat sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tepat pada 8 September 2015. Ia yang dikenal tegas dan berani saat menjabat Kabareskrim Mabes Polri dalam suatu kesempatan kepada wartawan menyatakan tak akan mengubah sikapnya tersebut. Tetap berani dan tegas. Bahkan ide-ide pemberantasan narkoba yang dilontarkannya sangat ekstrim misalnya dengan memusnahkan narkoba di dalam perut pengedar dengan cara dikonsumsi. Hal ini dianggap cara ampuh agar Indonesia terbebas dari narkoba.”Saya sih pengennya pengguna narkoba itu dikasih efek jera, ya menggunakan ide-ide gila sekalian. Misalnya kaya 100 narkoba suruh aja empat orang pengedar narkoba habiskan (dimakan), biar tidak membuat pusing BNN atau pun pihak-pihak polisi lainnya dan undang-undang mati bagi pengedar harus tetap ditindak tegas agar mereka jera,” ujar Buwas di Gedung BNN, Jumat (6/11/2015).


#3. Darmin Nasution




Darmin Nasution adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang tahun 2015 dilantik sebagai Menko Perekonomian. Dikenal sebagai ekonom dan birokrat senior yang telah menduduki berbagai jabatan penting di pemerintahan maupun di bank sentral. Pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara pada 21 Desember 1948 silam pernah menjabat sebagai Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan pada 2005-2006 dan Direktur Jenderal Pajak mulai 2006-2009.Karier Darmin berpindah ke Bank Indonesia saat terpilih menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia dan sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Harian Gubernur Bank Indonesia. Baru pada periode 2010-2013, Darmin menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Saat ini Darmin tercatat aktif sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).





#4. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo



Ia adalah jenderal yang bersinar terang di tahun 2015 ini karena di tahun itu resmi menjabat Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang memasuki masa pensiun. Berdasarkan Keppres Nomor 49/TNI/2015, Presiden Joko Widodo menunjuk Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang lahir di Tegal 13 Maret 1960 adalah lulusan Akabri 1982.


Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini berpengalaman di kesatuan infanteri baret hijau Kostrad. Dia pernah menjabat Komandan Kodiklat TNI, Pangkostrad, Pangdam V Brawijaya dan Gubernur Akmil, hingga KSAD, serta sederet posisi strategis lainnya di TNI.


#5. Luhut Binsar Pandjaitan


Di tahun 2015 ini, nama Luhut Binsar Panjaitan kembali menjadi perhatian publik. Pasalnya, di tahun 2015 ini ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan setelah sebelumnya menduduki posisi sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI. Sebelumnya, Luhut Panjaitan adalah mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI. Luhut mendapat promosi pangkat jenderal berbintang tiga saat ia dipercaya sebagai Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung. Kemudian ia menjabat menteri dan dianugerahi pangkat jenderal berbintang empat purnawirawan. Penerima penghargaan Adimakayasa ini selepas pendidikan dari Akademi Militer dengan pangkat letnan dua, langsung bertugas di Kopassus.


Di pasukan elit ini Luhut Panjaitan pernah menjabat menjadi Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung. Sebagai asisten Operasi di Markas Kopassus serta Komandan pertama Detasemen 81 yang sekarang disebut Detasemen Penanggulangan Teror atau Gultor 81. Satuan detasemen yang sangat disegani dan secara khusus menangani masalah teroris saat itu.


#6. Rizal Ramli


Ekonom yang juga mantan aktivis, ini kembali mendapatkan kepercayaan menjadi anggota Kabinet di tahun 2015 ini karena dilantik sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal menggantikan posisi Indroyono Soesilo. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid.


Sejak dilantik menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal banyak melakukan langkah dan kebijakan yang menarik seperti mengganti nama lembaga yang dipimpinnya menjadi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya. Sikapnya yang kritis kadang menuai banyak penilaian bahkan di kalangan anggota kabinet. Ada yang menilai masuknya Rizal Ramli dalam jajaran pembantu presiden merupakan salah satu gebrakan Jokowi. Karena kritikan-kritikan yang disampaikan Rizal Ramli karena memiliki ekspektasi yang besar terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.




#7. Sutiyoso



Nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso kembali berkibar di tahun 2015. Pasalnya, pada tanggal 1 Juli 2015 Komisi I DPR RI menyetujui Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Mengantikan Marciano Norman.


Alumni Akmil tahun 1968 ini sudah menjalani banyak penugasan dalam karir militernya, sampai kemudian mantan Panglima Kodam Jaya ini menuntaskan tugasnya di militer dan berkarir di dunia sipil sebagai Gubernur DKI Jakarta selama dua periode dari 1997 hingga 2007. Pencetus sistem angkutan massal dengan nama bus TransJakarta atau lebih populer disebut Busway, ini terjun ke dunia politik dengan memimpin Partai Karya Pembangunan Indonesia (PKPI) dan melepaskan jabatan sebagai Ketua Umum PKPI setelah dilantik sebagai Kepala BIN.



Bagi Sutiyoso dirinya siap menjalani tugas sebagai Kepala BIN. “Intelijen itu kebetulan habitat saya dulu, karena waktu saya lama di Kopassus di pasukan Sandi Yudha,” kata Sutiyoso. Ia selalu menegaskan bahwa BIN adalah mata dan telinga Presiden. “BIN akan berada dalam garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa,” tegas purnawirawan jenderal bintang tiga yang akrab disapa Bang Yos ini.

#8. Thomas Trikasih Lembong
  Pengusaha muda ini mulai dikenal namanya oleh masyarakat di tahun 2015 ketika ia dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel.Sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom adalah salah satu dari pendiri private equity fund, Quvat Management (Quvat) yang didirikan pada tahun 2006. Sampai sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom menjabat sebagai CEO dan anggota Investment Committee.Pengalaman kerja Tom sebelum mendirikan Quvat adalah bekerja di Farindo Investments, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama 2 tahun sebagai Senior Vice President and Division Head, Deutsche Bank, dan Morgan Stanley.

#9. Teten Masduki

Ia adalah satu-satunya aktivis antikorupsi yang mendapat posisi paling dekat dengan aktivitas keseharian Presiden RI Jokowi. Betapa tidak, ia yang sebelumnya menjabat Tim Komunikasi Presiden, di tahun 2015 ini dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Binsar Panjaitan.


Teten dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 91/P/2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).



Teten lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963 dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Setamat dari SMA, Teten kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA.



Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie.



Pada tahun 2012 Teten memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013 namun gagal mendapatkan kursi tersebut.




#10. Triawan Munaf




Namanya cukup dikenal di dunia musik selain juga aktif sebagai pebisnis. Di tahun 2015 inilah pemerintah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengurusi sebuah lembaga baru yakni Badan Ekonomi Kreatif yang memiliki kewenangan anggaran setingkat menteri dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Pengangkatan Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif ini ditetapkan berdasarkan Ketetapan Presiden (Keppres) dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Senin. Ayah dari musisi Sherina Munaf itu sempat menjadi anggota tim sukses Jokowi-JK dan namanya sempat masuk dalam bursa sebagai calon Menteri Ekonomi Kreatif dalam kabinet Jokowi.


penutup 

Berikut di atas adalah daftar tokoh Indonesia yang cukup populer di tahun 2015 , ambil sisi positifnya dari suatu  hal dan jika ingin lebih tau mengenai artikel di atas klik disini.Semoga tahun 2016 membawa kebaikan untuk kita semua  :).

Sumber



Jumat tanggal 13 November 2015 Waktu Paris mengisahkan kenangan pahit bagi warga global dimana terjadi serangan teroris berupa pemboman di daerah Paris. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa yang tak sedikit, korbannya pun bukan hanya dari warga Prancis, Turis yang bukan merupakan korban dari masyarakat Prancis pun menjadi Korban.  

REAKSI MASSA
  Beberapa menit setelah kejadian tersebut reaksi massa pun bermunculan dari mulai sebuah kecaman hingga sebuah Pembelaan. Reaksi tersebut di sampaikan dalam berbagai macam bentuk dari mulai solidaritas dalam bentuk hashtag Twitter maupun renungan malam yang dilakukan di lokasi kejadian bom paris. 
    Tak di pungkiri menurut media pelaku peledakan tesebut berasal dari kelompok pergerakan Islam yang menamakan diri mereka sebagai Islamic State atau sering di sebut ISIS. Akibat dari ulah pelaku pemboman tersebut memberikan dampak negatif  terhadap persepsi masyarakat global mengenai Islam, tak dipungkiri banyak dari kalangan komunitas Muslim yang menjadi bulan bulanan di tempat mereka tinggal contohnya adalah penyerangan beberapa mesjid di daerah Texas Amerika Serikat yaitu berupa pelemparan kotoran sapi,

    Di akui jika penyerangan tersebut menghasilkan banyak korban jiwa di Prancis, namun benarkah korban dari peristiwa tersebut hanya dalam bentuk korban jiwa  ? jika di pelajari lebih jauh sebenarnya selain korban jiwa yang di hasilkan dari peristiwa tesebut ,hal lain yang menjadi korban adalah kepercayaan masyarakat global terhadap komunitas muslim.


RENUNGAN GLOBAL 
     Publik memuai sebuah reaksi dalam bentuk sebuah pertanyaan, apakah benar masyarakat muslim memiliki  nilai-nilai sepetti itu  ? dan pertanyaan tesebutpun menghasilkan berbagai macam reaksi dari mulai dalam bentuk mulai banyaknya orang yang mempelajari mengenai Islam ataupun dalam bentuk yang lebih ekstrim yaitu gerakan kebencian terhadap Islam itu sendiri yang di sebut Islamophobia.

     Hal tersebut tentunya memberikan sebuah warna dalam suasana sosial politik saat ini , seringkali membuat jurang perbedaan dan pemisah antara golongan Muslim dan non muslim dan hal ini seringkali di dasari beberapa hal misalnya adalah kekurang pahaman masayarakat Barat terhadap nilai yang di ajarkan Islam , ataupun banyak orang yang berpikiran jika Islam saat ini tidak sejalan dengan semangat peradaban modern, dan tentunya hal ini tidak sepenuhnya benar.

        Kembali lagi ini adalah sebuah pemikiran, dan pemikiran radikal bisa merasuki siapapun orang Eropa, Asia, ataupun Afrika, ini bukan lagi masalah ras ataupun hal yang nampak lainnya namun sebuah pemikiran, dan permikiran yang buruk bisa merasuki siapapun terlepas dari berbagai macam identitas yang di miliki seseorang ataupun golongan,

     Terlepas dari semua perbedaan pemikiran tersebut ,sebagai manusia kita perlu menyadari sebuah kesamaan antara satu hal dengan yang lain , kita sama-sama manusia dan dilahirkan berbeda-beda untuk saling mengenal , adapun pemikiran jahat yang merasuki sebuah aksi kriminal yang dilakukan seringkali kita perlu mencari alasan di balik sebuah aksi kriminal yang dilakukan tersebut. tak ada yang perlu di salahkan secara keseluruhan jika perwakilan dari masyarakat yang mengatasnamakan Islam melakukan tindakan kriminal, maka tidak perlu menganggap dan menjadi anti terhadap masyarakat muslim karena tidak semua umat Muslim memiliki pemikiran seperti ISIS. (Yoda/2015)

Older Posts

My Youtube Playlist

About


Hello, There!

Blog ini dibuat sepuluh tahun lalu tepatnya di tahun 2010 ketika admin masih Kuliah tingkat awal, Sepuluh tahun berlalu berawal dari belajar mengenai tata kelola blog yang baik dalam bentuk HTML dan CSS meskipun masih belajar, mohon maaf jika masih ada beberapa artikel yang bukan merupakan original buatan dari admin ,dimana disadur dari beberapa portal web namun tetap mencantumkan sumber artikel bersangkutan



LET’S BE FRIENDS

Trending

Tata Kelola Keuangan untuk UMKM

Labels

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • inspirasi
  • Meetthepeople
  • Motivasi
  • Musik
  • Sejarah
  • Sosial Politik
  • Teknologi

YouTube channel

youtube image

Instagram

@INSTAGRAM
Created By SoraTemplates | Distributed by GooyaabiTemplates